Selasa, 15 Juni 2010

Wanita Cantik dan Pria Teroris

Beberapa minggu lalu ketika saya sedang ngobrol santai dengan seorang teman wanita, dia menceritakan suatu kejadian yang sangat menarik, kejadian yang sering terjadi namun saya percaya tidak banyak pria yang menyadari hal ini. Karena itu saya akan membahasnya di sini dan membuka mata Anda semua.

Teman saya ini adalah seorang wanita yang sangat menarik, selain parasnya yang manis dan tubuhnya yang semampai, dia juga adalah seorang wanita yang mempunyai pergaulan luas dan sukses dalam karirnya. Dan tentu saja kita tahu, wanita seperti itu selalu memiliki pria-pria yang mengejarnya setiap waktu.

Teman saya ini bercerita mengenai seorang pria yang pernah mengejarnya kira-kira setahun yang lalu. Jadi mereka bertemu di sebuah pesta ulang tahun, berkenalan, berbincang-bincang sedikit dan bertukar nomer telpon. Sampai sini rasanya Anda sudah bisa menebak apa yang terjadi berikutnya: si pria mulai melancarkan jurus-jurus PDKT-nya. Menelpon dan SMS setiap hari dan tidak lupa mengajak bertemu.

Dan tentu saja strategi PDKT yang demikian sama sekali tidak akan berhasil jika Anda mengejar seorang wanita yang high demand. Teman saya itu dengan jelas menunjukkan ketidak tertarikannya dengan tidak membalas sms, tidak mengangkat telpon dan tentu saja menolak untuk bertemu dengan si pria.

Tapi tindakan tersebut justru malah membuat si pria menjadi semakin ngarep dan terobsesi dengan teman saya. You always want what you can’t have. It’s just natural. Wajar memang apabila Anda menginginkan sesuatu yang tidak bisa Anda dapatkan, tapi sama sekali tidak wajar apabila Anda mulai terobsesi dengan hal itu.

Teman saya ini mulai merasa terganggu dengan sms dan telpon yang tiada hentinya. Apalagi ketika si pria mulai melanggar batas-batas privasinya. Teman saya bercerita bagaimana pada satu malam si pria menelpon dan ketika telponnya tidak dijawab, dia lalu datang ke rumah teman saya pukul jam 10 malam. Mengetuk pintu sambil memanggil-manggil teman saya, makin lama makin keras dan menggedor-gedor. Mengerikan!

Tidak berhasil bertemu, keesokan harinya si pria datang ke kantor teman saya. Memaksa untuk bertemu. Dan dia menunggu hingga jam pulang kantor dan mengikuti teman saya hingga ke rumahnya. Seperti sebuah drama sinetron, teman saya dan si pria beradu argumen di depan rumah. Si pria memohon dan mengemis, dia tidak mengerti kenapa teman saya selalu menghindarinya. Teman saya berulang kali berusaha memberitahu bahwa dia tidak tertarik pada si pria dan memintanya untuk berhenti menganggunya, dan ia akhirnya menangis karena marah dan takut.

Beruntung pada saat itu, seorang seorang kolega menelpon dan teman saya langsung meminta tolong agar ia segera datang dan menolongnya. Singkat cerita, sang kolega datang dan akhirnya berhasil mengusir si pria obsesif tersebut setelah beradu argumen dan beberapa ancaman verbal.

Seru sekali!

Saya hanya bisa tertawa pahit mendengar cerita tersebut. Di satu sisi saya bisa mengerti betapa takutnya teman saya pada saat itu, namun di sisi yang lain saya juga mengerti apa yang membuat si pria melakukan semua tindakan terorisme-nya itu. Saya tahu bahwa banyak pria yang melakukan hal yang seperti itu karena mereka terjangkit penyakit ngarep yang kronis sehingga tidak lagi dapat berpikir sehat.

Ada 2 alasan mengapa saya menulis artikel tentang hal ini:

Pertama, banyak pria di luar sana yang tidak menyadari hal ini dan menganggap bahwa terus-terusan menelpon dan sms adalah strategi yang tepat untuk mendapatkan wanita pujaannya. Dan datang ke kantornya atau ke rumah/kosannya malam-malam tanpa pemberitahuan terlebih dahulu adalah salah satu cara untuk membuatnya menyukai Anda. Seolah-olah dengan bertemu Anda, dia akan merasakan perasaan cinta yang meluap dari dalam hati Anda dan dia akan membalas perasaan Anda.

No! It doesn’t work that way,bro!

Perasaan suka tidak bisa dipaksakan. Ini adalah hukum alam. Apabila si wanita tidak tertarik pada Anda, maka tidak ada hal lain yang dapat Anda lakukan selain mundur secara terhormat. Semakin Anda memborbardir dia dengan segala macam cara, semakin dia akan ilfil terhadap Anda. Karena itu menunjukkan bahwa Anda adalah pria yang tidak bisa menghargai dan mengerti perasaan wanita.

Tentu saja Anda boleh sms atau menelpon si wanita, tapi lakukan seperlunya saja. Ingat, SEPERLUNYA SAJA. Karena apabila si wanita memang TERTARIK pada Anda, dia juga PASTI akan mengontak Anda! Dan cepat atau lambat, dia PASTI akan mengundang Anda untuk datang berkunjung ke tempat tinggalnya tanpa Anda yang meminta! Kalau hal ini tidak pernah terjadi, berarti dia tidak tertarik pada Anda dan itu adalah tandanya bagi Anda untuk mencari wanita lain.

Seorang wanita yang saya ajak date minggu lalu, tadi siang tiba-tiba menelpon saya. Ketika saya tanya ada perlu apa, dia bilang dengan gaya sok ngambek, "Emang harus ada perlunya aja yah? Emang aku gak boleh nelpon kamu?" Saya cuma tertawa saja mendengarnya. Apakah dia tertarik pada saya? Rasanya tidak perlu lagi saya jawab, Anda juga sudah mengerti.

Apabila si wanita tertarik pada Anda, Anda pasti akan tahu. Karena ia juga tidak ingin kehilangan Anda. Sebaliknya, apabila si wanita TIDAK tertarik pada Anda, maka Anda juga pasti tahu. Dan itu saatnya bagi Anda untuk berhenti melakukan tindakan-tindakan bodoh yang akan makin menghancurkan kesempatan Anda dengannya.

Dalam Mega Seminar 2008: Pria, Cinta dan Petualangan tanggal 20 September nanti kami akan membagikan apa saja yang BOLEH dan TIDAK BOLEH Anda lakukan ketika anda sedang mendekati wanita yang Anda sukai. Ini bukan masalah strategi atau teknik, lebih penting daripada itu semua: ini adalah sebuah pola pikir dan paradigma yang akan membuat Anda mampu bertindak tepat di segala situasi dan interaksi dengan wanita pujaan Anda.

Alasan yang kedua adalah, sepanjang petualangan saya dengan wanita-wanita catik dan menarik selama ini, saya sering sekali mendengar cerita-cerita seperti yang dialami teman saya di atas. Semua wanita cantik yang high demand paling tidak sekali dalam hidupnya, pasti pernah bertemu dengan pria yang obsesif dan pernah mengalami yang namanya diteror dan dilanggar privasinya.

Saya pikir itu adalah harga yang harus dibayar oleh wanita-wanita tersebut, karena mereka adalah sosok yang diinginkan oleh semua pria. But, come on guys, kita ingin membuat mereka menginginkan kita dan merasa nyaman dengan kita, bukannya malah menakut-nakuti. Bagaimana mungkin si wanita dapat menyukai Anda apabila ia takut pada Anda?

Apabila Anda dalam keadaan normal dan ‘sehat’ tentu Anda akan menyadari bahwa apa yang dilakukan si pria pada teman saya itu adalah termasuk tindakan ‘teror’ tapi bagi beberapa pria lain yang sedang ngarep kronis dan mengalami situasi yang sama, hal seperti itu tampak wajar bahkan malah seharusnya dilakukan. Saya yakin banyak pria yang membaca milis ini pernah melakukan seperti yang saya ceritakan di atas.

Itu sebabnya, ketika seorang pria mengalami perasaan ngarep kami menyebut ia sedang ‘sakit’. Karena perasaan ngarep membuat Anda terobsesi dengan si wanita dan membuat Anda melakukan hal-hal bodoh yang tidak mungkin Anda lakukan ketika Anda dalam keadaan normal. Dan yang lebih parahnya, biasanya Anda bahkan tidak menyadari bahwa tindakan Anda sudah menakut-nakuti si wanita.

Yang ada dalam kepala Anda adalah bagaimana caranya agar Anda dapat bertemu dan memenuhi obsesi Anda akan wanita pujaan Anda. "Gue cuma pengen ketemu dan ngeliat dia doang! Emang itu salah? Gue gak bakalan nyakitin dia kok. Gue kan sayang dia. Cukup ketemu dan ngeliat dia aja! Emang gak boleh?"

Tidak boleh, sobat!

Menyukai seorang wanita memang merupakan hak Anda, tapi Anda harus tahu batas-batas etika dan menghargai privasinya. Apabila si wanita tidak mengijinkan Anda untuk masuk dalam kehidupannya, maka Anda harus menerimanya dengan berlapang dada. Kalau Anda melewati garis batas, Anda bisa dikatakan telah melanggar hukum. Dan Anda layak ditangkap pihak yang berwenang.

Dan sungguh tidak glossy apabila Anda terlibat masalah hanya gara-gara Anda tidak dapat mengontrol rasa ngarep Anda, bukan?

0 komentar:

Poskan Komentar